Logo SMK Bubutan
Pemberdayaan Kader Saka Bhakti Husada dalam Gerakan Aktivitas Fisik untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular Kolaborasi Puskesmas Gundih – SMK Bubutan – SMKN 7 Surabaya
Tanggal Post

09 Desember 2025

Kategori
Kegiatan Sekolah
pemberdayaan-kader-saka-bhakti-husada-dalam-gerakan-aktivitas-fisik-untuk-pencegahan-penyakit-tidak-menular-kolaborasi-puskesmas-gundih-smk-bubutan-smkn-7-surabaya

Upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) terus menjadi prioritas penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Berangkat dari komitmen tersebut, Puskesmas Gundih bersama Saka Bhakti Husada (SBH) menjalin kolaborasi strategis dengan SMK Bubutan dan SMKN 7 Surabaya melalui kegiatan Pembinaan Kader dan Gerakan Aktivitas Fisik Bersama Saka Bhakti Husada.

Kegiatan ini dirancang sebagai model pemberdayaan remaja kader kesehatan untuk meningkatkan literasi kesehatan, keterampilan promotif-preventif, serta kemampuan mereka dalam mengedukasi masyarakat, khususnya terkait pencegahan PTM sejak usia muda.

Latar Belakang
Penyakit Tidak Menular seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan penyakit jantung semakin meningkat pada kelompok usia produktif. Pola hidup sedentari, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan makan kurang sehat menjadi faktor risiko utama.

Di sisi lain, remaja memiliki potensi besar sebagai agent of change untuk menggerakkan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Melalui Saka Bhakti Husada, pembinaan kesehatan dapat dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan menyenangkan sesuai karakter generasi muda.

Tujuan Kegiatan
Program pembinaan dan gerakan fisik bersama ini memiliki beberapa tujuan utama:

Meningkatkan kapasitas dan pengetahuan kader SBH dalam bidang pencegahan PTM.

Mendorong perilaku hidup aktif melalui gerakan aktivitas fisik bersama.

Memperkuat kolaborasi lintas sektor antara puskesmas, sekolah, dan organisasi kepemudaan.

Menanamkan pentingnya deteksi dini dan gaya hidup sehat sejak remaja.

Mengaktifkan peran kader kesehatan sebagai edukator dan motivator bagi teman sebaya.

Rangkaian Acara
1. Pembinaan Kader Saka Bhakti Husada
Sesi pembinaan disampaikan oleh Kak Peni, selaku pembina SBH. Materi yang diberikan meliputi:

Peran dan fungsi Saka Bhakti Husada dalam pembangunan kesehatan.

Penguatan 6 krida SBH dengan fokus pada Krida Pembinaan Kesehatan Masyarakat dan Krida Pengendalian Penyakit.

Edukasi faktor risiko PTM, tanda bahaya, serta strategi pencegahannya.

Cara komunikasi kesehatan efektif untuk teman sebaya.

Pelatihan keterampilan dasar seperti pemeriksaan antropometri dan pengukuran tekanan darah (disesuaikan dengan standar sekolah dan fasilitator).

Pembinaan dilakukan secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi, bertanya, dan mempraktikkan secara langsung.

2. Pendampingan dari SMK Bubutan
Pendampingan dilakukan oleh Kak Isdiantini dari SMK Bubutan. Beliau berperan dalam:

Memfasilitasi kegiatan siswa.

Mendukung aspek teknis dalam pendidikan kesehatan.

Menyelaraskan materi SBH dengan kurikulum sekolah kesehatan.

Membimbing kader dalam kegiatan pengabdian dan praktik lapangan.

Sinergi antara pembina SBH dan pendamping sekolah membuat proses pembinaan lebih terarah, terukur, dan relevan dengan kebutuhan remaja.

3. Gerakan Aktivitas Fisik Bersama
Setelah pembinaan teori, kegiatan dilanjutkan dengan Gerakan Aktivitas Fisik Bersama Saka Bhakti Husada. Aktivitas meliputi:

Senam peregangan dan senam pencegahan PTM.

Fun aerobic yang dipandu instruktur.

Edukasi singkat mengenai durasi aktivitas fisik ideal (150 menit/minggu).

Tips menjaga pola hidup aktif di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan bergerak yang mudah, murah, dan dapat dilakukan oleh siapa saja.

4. Komitmen Aksi Kader
Di akhir acara, para peserta merumuskan komitmen aksi:

Mengkampanyekan Gerakan Sekolah Aktif di lingkungan SMK Bubutan dan SMKN 7 Surabaya.

Membentuk kelompok kecil kader untuk melakukan edukasi rutin tentang pencegahan PTM.

Mengembangkan program “1 Hari Wajib Bergerak” di sekolah.

Melibatkan teman sebaya dalam kegiatan senam rutin dan pemeriksaan kesehatan sederhana (dengan pendampingan tenaga kesehatan).

Hasil dan Dampak Kegiatan
Kegiatan ini memberikan sejumlah manfaat langsung, antara lain:

Meningkatnya pemahaman kader SBH mengenai PTM dan faktor risikonya.

Bertambahnya keterampilan kader dalam memberikan edukasi kesehatan.

Meningkatnya motivasi siswa untuk hidup aktif dan bergerak.

Terbentuknya jejaring kerja sama antara Puskesmas Gundih, SMK Bubutan, dan SMKN 7 Surabaya.

Mendorong terciptanya budaya hidup sehat secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Kolaborasi antara Puskesmas Gundih, SMK Bubutan, SMKN 7 Surabaya, dan Saka Bhakti Husada menjadi bukti bahwa pemberdayaan remaja dapat menjadi strategi efektif dalam pencegahan Penyakit Tidak Menular. Melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan menyenangkan, para kader SBH dapat berkembang menjadi generasi muda yang peduli, terampil, dan berdaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi model berkelanjutan yang terus ditingkatkan kualitasnya untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) serta upaya nasional dalam menekan angka PTM